Sejarah Jagorawi Golf & Country Club yang Legendaris
Sebuah Visi yang Mengubah Hutan Menjadi Destinasi Golf Premium Indonesia
Bermula dari Mimpi
Di awal tahun 1970-an, pendiri Jagorawi Golf & Country Club, Zakir, bermimpi membangun lapangan golf era baru pertama di kawasan yang kini dikenal sebagai Tol Jagorawi.
Pada tahun 1975, Bapak Zakir mulai bernegosiasi mengenai desain dan konstruksi lapangan golf berstandar internasional ini, bekerja sama dengan sosok legendaris: Peter Thomson, pemenang British Open lima kali.
Dibantu oleh rekan desain Michael Wolveridge dan arsitek golf Ronald Fream, tahun 1976 Thomson mulai merancang dan membangun "Garden Course".
Foto di kanan menampilkan tahap awal pembangunan hole #1 Old Course di tahun 1976, sedangkan gambar panorama di atas memperlihatkan hole yang sama seperti sekarang.



Lapangan Bersejarah
Pada 1979, sembilan hole pertama resmi dibuka untuk permainan, disusul sembilan hole sisanya di tahun 1981. Berlokasi di bekas hutan belantara di Lembah Sungai Cikeas, Garden Course kini lebih dikenal sebagai "Old Course"—bagian tak terpisahkan dari satu-satunya golf club di Indonesia yang memiliki 45 hole lapangan championship.
Lahirnya Nama Jagorawi
Satu tahun sebelum rampungnya sembilan hole pertama Garden Course (Old Course), tepatnya pada tanggal 9 Maret 1978, jalan tol pertama di Indonesia resmi dibuka. Jalan tol ini menghubungkan Jakarta dengan kota Bogor dan Ciawi di selatan.
Jalur sepanjang 45 km ini dinamai Jalan Tol Jagorawi—sebuah akronim yang dibentuk dari nama-nama ketiga kota yang dihubungkannya: Jakarta–Bogor–Ciawi. Dan nama inilah yang kemudian diadopsi menjadi Jagorawi Golf & Country Club

